Posts

logo-lazismu

195 Akta Kelahiran Untuk Anak Yang Bekerja Dijalanan

195_Akta_Kelahiran_Untuk_Anak_Yang_Bekerja_DijalananSalah satu permasalahan besar yang menimpa anak Indonesia dalam konteks pemenuhan hak dasar adalah hak atas identitas. Undang – Undang Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 Pasal 27 secara tegas menyatakan bahwa setiap anak harus diberikan identitas sejak kelahiran, identitas anak dituangkan dalam akta kelahiran. Namun amanat yang tertuang dalam Undang-Undang tersebut tidak berjalan secara maksimal walaupun sudah dilengkapi dengan kesepakatan Delapan Menteri terkait kepemilikan akta kelahiran anak. (Nota Kesepahaman Antara Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Sosial Tentang Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran Dalam Rangka Perlindungan Anak Tahun 2011).

Beranjak dari realitas tersebut serta atas usulan Orangtua Anak Yang Bekerja Dijalanan melalui Rumah Singgah Sakinah dan Rumah Singgah Balarenik (mitra pengelola kegiatan PNPM Peduli), Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah merealisasikan serta memfasilitasi keinginan orangtua anak yang bekerja dijalanan melalui kegiatan Peningkatan Kualitas Hidup dan Akses Pelayanan Dasar Untuk Anak Yang Bekerja Dijalanan dan Orangtua Anak Yang Bekerja Dijalanan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Peduli.

Usulan dari kelompok sasaran program tersebut, kemudian ditindaklanjuti oleh MPS PP Muhammadiyah melalui kegiatan Pertemuan Antara Stakeholder serta Sosialisasi PNPM Peduli. Dari Kedua kegiatan tersebut, MPS PP Muhammadiyah melakukan komunikasi intensif dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta. Melalui komunikasi tersebut kemudian muncul kesepakatan antara MPS PP Muhammadiyah dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kesepakatan yang dimaksud adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta akan menyediakan tim kerja khusus untuk berkoordinasi dengan MPS PP Muhammadiyah terkait pembuatan akta mengingat banyaknya jumlah pengajuan permohonan pembuat akta. Kesepakatan berikutnya adalah, terkait penyerahan berkas persyaratan, MPS PP Muhammadiyah bisa mengajukan dua tahap pengumpulan berkas. Tahap pertama adalah penyerahan berkas apa adanya, tahap kedua adalah pelengkapan kekurangan berkas.

Proses yang cukup menyita waktu dalam pembuatan akta adalah mengumpulkan dan memverifikasi berkas, hal tersebut terjadi mengingat berkas persyaratan yang dimiiliki oleh orangtua anak tidak seluruhnya lengkap. Pada proses inilah team Rumah Singgah Sakinah dan Rumah Singgah Balarenik menyediakan waktu untuk menjemput, melengkapi dan memverifiaksi berkas. Setelah dua bulan menjalani proses pembuatan, akhirnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta Menyerahkan 195 akta kelahiran anak yang bekerja dijalanan.

Tepat pada hari Kamis 22 Maret 2012, memanfaatkan kunjungan Bapenas, Kementerian Koordinator Kesejateraan Rakyat, Kemitraan dan Bank Dunia untuk berdialog dengan kelompok sasaran program PNPM Peduli, dilakukan penyerahan secara simbolis akta kelahiran. Akta Kelahiran diserahkan langsung oleh bapak Sujana Royat Deputi Menkokesra, Bapak Wicaksono Sarosa Direktur Eksekutif Kemitraan dan Jan Weetjens Koordinator Sektor Pengembangan Sosial Bank Dunia kepada orangtua anak yang bekerja dijalanan.