Posts

Muhammadiyah Canangkan Pemberdayaan Panti Asuhan

JAKARTA – Majelis Pelayanan Sosial (MPS) serta LAZISMU PP Muhammadiyah meluncurkan program penguatan pemberdayaan anak dan keluarga di 400 panti asuhan lingkungan Muhammadiyah-Aisiyah.

Pasalnya, fakta bahwa Panti asuhan kerap identik dengan tempat penampungan anak-anak yang kurang beruntung. Sudut pandang itu justru menjadikan anak asuhan kurang produktif.

“Child Centre Indonesia (CCI) dibentuk dalam rangka mewujudkan cita-cita besar Muhammadiyah untuk merevitalisasi peran panti asuhan dan usaha memenuhi hak dasar anak,”Terang Ketua PP Muhammadiyah Bidang Sosial Syafiq Mughni di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Selasa (7/8/2012).

Menurutnya, rencana strategis pola pengasuhan sangat diutamakan dalam proyeksi CCI yang dibentuk pertengahan Februari lalu. Sehingga sifatnya bukan hanya penempatan anak-anak atau residensial.

Lebih lanjut, program ini juga memperhatikan aspek lainnya. Seperti pelayanan sosial, ekonomi, dan pendidikan anak serta santunan keluarga yang anaknya berada di panti asuhan.

“Program-program yang dilakukan mengarah pada penguatan keluarga anak panti agar mandiri secara ekonomi dan pengembangan peran panti asuhan agar anak memiliki hak penuh berada bersama keluarganya,”sambut Syafiq.

Ketua MPS PP Muhammadiyah Sularno menjelaskan, perluasan peran panti tadi sekaligus mengubah paradigma pengasuhan panti menuju pengasuhan berbasis keluarga. Bukan terfokus pada anak saja, ujarnya, tapi juga melakukan pendampingan keluarga rentan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan parenting skill.

“Selain menyusun SOP panti, ada juga pelatihan relawan serta pemberian bantuan modal usaha, berikut media kampanye dan koordinasi jaringan anak,”jelas Sularno.

Sularno menambahkan, MPS dengan jaringan nasional serta internasional juga melakukan pengembangan model pengasuhan dan perluasan lembaga panti asuhan.

Kim Jong Yull, Terimakasih Muhammadiyah Telah Besedia Bekerja Sama Dengan Kami

Kim Jong Yul Wakil Presiden Copion (Cooperation and Participation In Overseas NGOs) mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Muhammadiyah yang telah menjadi mitra program COPION. Demikian dikatakan Kim saat melakukan kunjungan kerja ke Muhammadiyah. Dalam kunjungan kerjanya Kim melakukan dialog dan berdiskusi dengan MPS PP Muhammadiyah dan Abdul Mu’ti Sekertaris PP Muhammadiyah perihal kerjasama program. Kim juga menegaskan bahwa kerjasama dengan Muhammadiyah masih terbuka lebar tidak hanya sebatas kunjungan dan distribsui relawan korea selatan ke panti asuhan milik Muhammadiyah. Abdul Mu’ti Sekertaris PP Muhammadiyah menyampaikan ucapkan terimakasih atas kepercayaan Copion bekerja sama dengan Muhammadiyah. Mu’ti juga memaparkan kemungkinan kerjasama dengan Muhammadiyah disektor pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi. Selain itu, Mu’ti juga menyatakan Kim harus berkunjungan ke seluruh jaringan Muhammadiyah dan amal usaha untuk melihat aktivitas Muhammadiyah diseluruh Indonesia.

Herni Ramdlaningrum, Koordinator Bidang Kerjasama dan Pengembangan Jaringan MPS PP MUhammadiyah dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan informasi seputar aktivitas pengiriman Relawan Korea Selatan. Selama dipanti asuhan, selain bermain dan belajar bahasa Korea dengan anak –anak, relawan Korea Selatan juga melakukan aktivitas renovasi ringan dan sedang bangunan panti asuhan yang telah rusak. Program pengiriman relawan Korea Selatan yang telah berjalan selama Enam Bulan telah berhasil mendonasikan sejumlah uang untuk panti asuhan. Diantaranya Rp. 50.000.000 untuk Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang. Rp. 10.000.000 untuk Panti Asuhan Muhammadiyah Bogor. Rp. 50.000.000 untuk panti Asuhan Muhammadiyah Khodijah Al Qubro dan Panti Asuhan Putri Aisiyah Srengseng. Rp. 10.000.000 Panti Asuhan Muhammadiyah Sumur Bandung.  Donasi uang tersebut belum termasuk untuk pembangunan instalasi air, pembangunan kandang ternak kambing dan donasi 4 ekor kambing untuk Panti Asuhan Muhammadiyah Sebreh. 1 Unit Komputer , 2 Unit Sepeda, 3 buah kasur untuk Panti Asuhan Muhammadiyah Bekasi. Dua unit computer dan 1 unit printer untuk Panti Asuhan Aisyiyah Cianjur serta pembangunan dan perbaikan sarana fisik seperti kamar tidur, kamar mandi, donasi alat –alat kesehatan, pendidikan  dipanti –panti yang telah dikunjungi.

logo-lazismu

195 Akta Kelahiran Untuk Anak Yang Bekerja Dijalanan

195_Akta_Kelahiran_Untuk_Anak_Yang_Bekerja_DijalananSalah satu permasalahan besar yang menimpa anak Indonesia dalam konteks pemenuhan hak dasar adalah hak atas identitas. Undang – Undang Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002 Pasal 27 secara tegas menyatakan bahwa setiap anak harus diberikan identitas sejak kelahiran, identitas anak dituangkan dalam akta kelahiran. Namun amanat yang tertuang dalam Undang-Undang tersebut tidak berjalan secara maksimal walaupun sudah dilengkapi dengan kesepakatan Delapan Menteri terkait kepemilikan akta kelahiran anak. (Nota Kesepahaman Antara Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Agama, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Sosial Tentang Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran Dalam Rangka Perlindungan Anak Tahun 2011).

Beranjak dari realitas tersebut serta atas usulan Orangtua Anak Yang Bekerja Dijalanan melalui Rumah Singgah Sakinah dan Rumah Singgah Balarenik (mitra pengelola kegiatan PNPM Peduli), Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah merealisasikan serta memfasilitasi keinginan orangtua anak yang bekerja dijalanan melalui kegiatan Peningkatan Kualitas Hidup dan Akses Pelayanan Dasar Untuk Anak Yang Bekerja Dijalanan dan Orangtua Anak Yang Bekerja Dijalanan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Peduli.

Usulan dari kelompok sasaran program tersebut, kemudian ditindaklanjuti oleh MPS PP Muhammadiyah melalui kegiatan Pertemuan Antara Stakeholder serta Sosialisasi PNPM Peduli. Dari Kedua kegiatan tersebut, MPS PP Muhammadiyah melakukan komunikasi intensif dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta. Melalui komunikasi tersebut kemudian muncul kesepakatan antara MPS PP Muhammadiyah dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kesepakatan yang dimaksud adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta akan menyediakan tim kerja khusus untuk berkoordinasi dengan MPS PP Muhammadiyah terkait pembuatan akta mengingat banyaknya jumlah pengajuan permohonan pembuat akta. Kesepakatan berikutnya adalah, terkait penyerahan berkas persyaratan, MPS PP Muhammadiyah bisa mengajukan dua tahap pengumpulan berkas. Tahap pertama adalah penyerahan berkas apa adanya, tahap kedua adalah pelengkapan kekurangan berkas.

Proses yang cukup menyita waktu dalam pembuatan akta adalah mengumpulkan dan memverifikasi berkas, hal tersebut terjadi mengingat berkas persyaratan yang dimiiliki oleh orangtua anak tidak seluruhnya lengkap. Pada proses inilah team Rumah Singgah Sakinah dan Rumah Singgah Balarenik menyediakan waktu untuk menjemput, melengkapi dan memverifiaksi berkas. Setelah dua bulan menjalani proses pembuatan, akhirnya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Jakarta Menyerahkan 195 akta kelahiran anak yang bekerja dijalanan.

Tepat pada hari Kamis 22 Maret 2012, memanfaatkan kunjungan Bapenas, Kementerian Koordinator Kesejateraan Rakyat, Kemitraan dan Bank Dunia untuk berdialog dengan kelompok sasaran program PNPM Peduli, dilakukan penyerahan secara simbolis akta kelahiran. Akta Kelahiran diserahkan langsung oleh bapak Sujana Royat Deputi Menkokesra, Bapak Wicaksono Sarosa Direktur Eksekutif Kemitraan dan Jan Weetjens Koordinator Sektor Pengembangan Sosial Bank Dunia kepada orangtua anak yang bekerja dijalanan.