Posts

Rakernas MPS PP Muhammadiyah

Mendikbud: Full Day School Dongkrak Pendidikan Kita yang Masih Rendah

Rakernas MPS PP Muhammadiyah

Rakernas MPS PP Muhammadiyah

Jakarta – Saat menghadiri Rapat Kerja Nasional PP Muhammadiyah dan Aisyiyah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali singgung soal full day school. Menurutnya di hadapan peserta Rakernas yang rata-rata guru di sekolah Muhammadiyah dan Aisyah, full day itu adalah cara pemerintah mendongkrak pendidikan yang masih rendah.

“Full day itu sebenarnya pendidikan karakter. Itu pilihan kita menambah jam belajar di sekolah. Kemudian diisi dengan aktivitas-aktivitas macam-macam. Full day adalah cara mendongkark sistem pendidikan kita yang masih rendah,” Muhadjir Effendy di Hotel Grand Cempaka, Jalan Letjen R Soeprapto, Jakpus, Jumat (19/8/2016).

Muhadjir kemudian meminta dukungan dari Muhammadiyah dan Aisyiyah yang sudah menerapkan full day lebih dulu. “Saya yakin Muhammadiyah tidak akan meninggalkan saya. Muhammadiyah itukan tidak hanya full day tapi full day night,” lanjutnya.

Full day school, tambah Muhadjir juga berdampak bagus bagi sekolah-sekolah swasta. Menurutnya jika full day ini sukses maka status sekolahnya akan ditingkatkan.

“Kalau ini memang base practicenya bagus kenapa tidak. Kalau swasta mengalami dampak bagus dengan full day ini, kenapa tidak kita naikkan statusnya,” ucap Muhadjir.

Saat ini setelah dirinya memberikan penjelasan ke berbagai pihak, full day mulai diterima di beberapa kalangan. Full day menurut Muhadjir akan terus dijalankan.

“Ini untuk Indonesia yang menjadi bangsa yang mampu bersaing. Ini tetap jalan terus. Saya juga lobi DPR. KPAI juga sudah mulai berubah. Suaranya tidak fals lagi,” imbuhnya.

Muhadjir juga menolak jika dirinya melakukan eksperimen ke siswa SD dan SMP terkait full day ini. “Tidak jauh-jauh. Keluarga saya juga sudah saya eksperimen soal full day. Satu anak saya di sekolahkan ke Muhammadiyah satu lagi ke NU. Itu full day. Banyak sekali kepribadian anak yang bisa dipetik dari full day,” tutup Muhadjir. (yds/rvk)

Yudhistira Amran Saleh – detikNews
rakernas mpsppmuh

Buka Rakernas PP Muhammadiyah, Mendikbud Harap Ada Relawan Ikut Pantau KIP

rakernas mpsppmuhJakarta – Majelis Pelayan Sosial PP Muhammadiyah dan Aisyiyah menggelar Rapat Kerja Nasional. Tema yang diangkat kali ini adalah mengenai konsolidasi panti asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Rakernas dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Dalam pidato pembukaannya, Muhadjir menyampaikan bahwa Kemendikbud sangat serius terhadap masalah pelayanan khususnya di panti sosial.

“Saya sangat concern terhadap masalah pelayanan. Karena itu menjadi tugas saya di Kemendikbud. Karena di sana ada Direktorat PAUD dan Dikmas yang memang berkutat pada masalah pelayanan pada keluarga dan masyarakat,” kata Muhadjir Effendy di Hotel Grand Cempaka, Jalan Letjen R Soeprapto, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2016).

“Karena pelayanan masyarakat sangat luas, yaitu pemberdayaan, ekonomi, serta pendidikan. Sedangkan majelis ini lebih menekankan pada masalah pelayanan sosial,” lanjutnya.

Muhammadiyah, lanjut Muhadjir kini menjadi organisasi Islam yang sudah terkenal namanya. Selain itu banyak hal yang sudah dikerjakan Muhammadiyah dalam bidang pelayanan sosial selama ini.

“Muhammadiyah semakin banyak diberitakan secara birokrasi. Pembagian kerja Muhammadiyah pun semakin luas. Jangan sampai Muhammadiyah menjadi organisasi konglomerasi. Dengan pembagian kerja yang banyak namun tidak menjalin silaturahmi satu dengan yang lain,” ucap Muhadjir.

Saat ini, menurut Muhadjir ada dua hal yang sedang dihadapi oleh Pemerintahan Jokowi-JK. “Yaitu kesenjangan sosial atau gap. Kesenjangan yang bisa juga ekonomi kemudian juga kesenjangan sosial juga kesenjangan pendidikan,” imbuhnya.

Masalah ketenagakerjaan juga menjadi masalah kedua. Namun menurut Muhadjir saat ini pemerintah bisa menekan jumlah pengangguran di Tanah Air.

Muhadjir membandingkan Indonesia dengan Spanyol untuk tingkat pengangguran. Pengangguran di Spanyol kata Muhadjir lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

“Kalau Spanyol itu penganggurannya 27 persen, dan itu banyak menghantam sektor-sektor UKM sana. Kalau di sana UKM nya jasa. Seperti tourism bangkrut. Alhamdulillah kita masih bagus 5,5 persen. Tapi oleh Bapak Presiden ini juga masuk jadi ancaman,” tutur Muhadjir.

“Lalu Kartu Indonesia Pintar, bagaimana kartu itu tepat sasaran. Saya senang sekali jikalau Muhammadiyah punya relawan-relawan yang mau membantu memantau penyebaran KIP ini di setiap daerahnya. Namun memang ini tidak ada uangnya. Toh kita sudah terbiasa juga bekerja tanpa uang kan?” tutupnya disambut tawa peserta Rakernas.

Rakernas ini dihadiri oleh ratusan orang dari Organisasi PP Muhammadiyah dan Aisyiyah seluruh Indonesia. Rata-rata mereka berasal dari panti asuhan-panti asuhan binaan Aisyiyah. (yds/bag)

Yudhistira Amran Saleh – detikNews
Rakernas MPS PP Muhammadiyah, 18-21 Agustus 2016

Perkuat Layanan Sosial, MPS Muhammadiyah Gelar Rakernas

Rakernas MPS PP Muhammadiyah, 18-21 Agustus 2016

Rakernas MPS PP Muhammadiyah, 18-21 Agustus 2016

Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I mulai Kamis sampai Minggu (18-21/8) di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Rakernas ini dihadiri 34 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah se-Indonesia, serta 176 peserta dari 380 amal usaha Muhammadiyah di bidang sosial seluruh Indonesia. Seluruh Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah juga akan hadir.

Karena Rakernas dengan tema “Revitalisasi Pelayanan Sosial Muhammadiyah Menuju Indonesia Berkemajuan” ini juga sekaligus konsolidasi panti asuhan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia.

“Rapat kerja akan membahas isu penting tentang transformasi amal usaha Muhammadiyah di bidang sosial yang telah berkarya lebih dari 1 abad,” jelas Ketua Panitia Rakernas I, Jasra Putra.

Dia menjelaskan sebagai lembaga organisasi kemasyarakatan, pihaknya memang terus melakukan pembelajaran dengan pengembangan 3 program layanan utama yang telah dijalankan kurang lebih 1 abad. Yitu Pendampingan Keluarga, Santunan Keluarga dan Lembaga Pelayanan Sosial.

“Meski dalam perjalanannya proses layanan ini telah jauh melampaui 3 program yang dijalankan. Dengan berdirinya 318 Unit Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, 82 Unit Rehabilitasi Penyandang Disabilitas, 54 Unit Rehabilitasi Lansia,” ucapnya.

Dalam pengembangannya Muhammadiyah dalam urusan sosial telah berjalan di 4 cakupan area. Yaitu pemberdayaan keluarga miskin, disabilitas, lansia,  dan anak terlantar. Untuk itu guna mengakomodir kebutuhan dan pelayanan yang berkembang di masyarakat Muhammadiyah mengembangkan model baru pelayanan melalui Balai Kesejahteraan Sosial.

“Tentunya konsolidasi pertama ini menjadi forum strategis guna menguatkan dan melakukan pencerahan kerja kerja dan kebijakan pelayanan sosial,” tandasnya.

Sejumlah tokoh yang mengisi Rakernas tersebut antara lain Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Ketua Komisi VIII DPR RI Bapak Ali Taher Parasong, Wakil Gubernur DKI Jakarta Bapak Djarot Syaiful Hidayat, serta perwakilan UNICEF, Save The Children, dan SOS Children Villages. [zul]

LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR RMOL.CO