Pengantar

Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah adalah unsur pembantu pimpinan Persyarikatan Muhammadiayh yang diberi mandat untuk mengelola program kesejahteraan sosial

Sejarah  Singkat

  1. Berdiri pada pada tahun 1912 dengan nama Bagian Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO). Adapun aktivitas PK0, dalam bidang kesehatan. Mendirikan Rumah Sakit dan Klinik. Bidang Sosial. Santunan anak, Rumah Miskin dan Pertolongan Masyarakat Korban Bencana Alam Gunung Merapi
  2. Pada tahun 1956 Bagian Penolong Kesengsaraan Oemoem berubah nama menjadi Majelis Pembina Kesejahteraan Umat.
  3. Tahun 1990 Majelis Pembina Kesejahteraan Umat berubah nama dan terjadi pemisahan Majelis dengan nama Majelis Pembina Kesehatan serta Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial dan Pengembangan Masyarakat
  4. Pada tahun 2000 Majelis Pembina Kesehatan dan Majelis Pembina Kesejahteraan Sosial dan Pengembangan Masyarakat berubah nama dan dilebur menjadi Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat.
  5. Pada tahun 2008, dalam rangka mengoptimalkan pelayanan dibidang sosial. Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat mendirikan kelompok kerja bernama Forum Panti Sosial Muhammadiyah-‘Aisyiah (FORPAMA). Pada tahun 2009, FORPAMA berubah nama dari Forum Panti Sosial menjadi Forum Perlindungan Anak dan Lansia Muhammadiyah-‘Aisyiyah
  6. Pada Tahun 2010 dalam Rapat Kerja Nasional FORPAMA di Denpasar, FORPAMA merekomendasikan kepada Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, agar dibentuk Majelis khusus yang menangani program pelayanan sosial.
  7. Pada Tahun 2010, bertepatan dengan Muktamar 1 Abab Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengesahkan pembentukan Majelis Pelayanan Sosial

Visi

Berkembangnya fungsi pelayanan sosial Muhammadiyah dalam mengentaskan kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat insklusif melalui system yang terencana dan terpadu dilandasi semangat menegakkan keadilan.

Misi

  1. Menggerakan dan menyatukan seluruh potensi Muhammadiyah untuk meningkatkan profesionalitas dalam pelayanan sosial
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan dan kelembagaan sosial di lingkungan Muhammadiyah
  3. Mengembangkan kemitraan dan jejaring pelayanan sosial

Kelompok Sasaran Program

  1. Bayi – Anak Terlantar. Anak Dari Keluarga Miskin. Orangtua anak
  2. Lanjut Usia – Warga Senior
  3. Penyandang Cacat
  4. Ketua Panti
  5. Pengasuh
  6. Masyarakat adat dan daerah terpencil

Model Pelayanan Sosial.

  1. Santunan Keluarga
  2. Asuhan Keluarga
  3. Panti Sosial
  4. Rumah Perlindungan Sosial Anak
  5. Rumah Singgah
  6. Balai Kesejahteraan Sosial