Album Simfoni Harapan, Sebuah Persembahan Kreatifitas Untuk Anak Yang Bekerja DIjalanan

Album_Simfoni_Harapan_Sebuah_Persembahan_Kreatifitas_Untuk_Anak_Yang_Bekerja_DIjalananMusik, Dunia idaman bagi anak jalanan. Ketertarikan anak jalanan terhadap musik terekam dalam aktivitas bermusik melalui bendera kegiatan Peningkatan Kualitas Hidup dan Akses Pelayanan Dasar Anak Yang Bekerja Dijalanan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM Peduli) yang didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Kemitraan.

Berawal dari kegiatan pelatihan musik yang diperuntukan untuk 300 anak jalanan, Album Simfoni Harapan berhasil diwujudkan setelah melawati proses selama satu tahun. Sebelum masuk studio rekaman, anak jalanan terlebih dahulu mengikuti pelatihan seni musik dengan materi pelatihan mengenal alat musik, teknik dasar bermain gitar, bass, drum dan olah vokal. Proses pelatihan dilakukan selama enam bulan. Enam bulan berlalu, tahapan berikutnya adalah memberikan informasi kepada anak-anak tentang seleksi team musik dalam rangka proses rekaman album. Pengumuman tersebut, berdampak terhadap kegiatan pelatihan seni musik menjadi salah satu kegiatan yang penuh sesak oleh kehadiran dan memainkan alat musik oleh anak anak pada saat sesi latihan dan seleksi.

Setelah melawati waktu tiga bulan, akhirnya terpilih 29 anak untuk membentuk 1 grup vokal, 5 grup band dan 1 solo vokal. Bertempat distudio musik Chic dan Doors Studio proses rekaman album berjalanan selama tiga bulan. Album Simfoni Harapan terdiri dari 7 judul lagu (PNPM Peduli-Anak Yang Bekerja Dijalanan, Ku Kejar Citaku, Semangat Membara, Satu Terbaik Untuk Ku, Teman, Peri Kecilku, Jika Tanpamu Ibu). Ketujuh lagu merupakan ciptaan Dendi Alfian, Efa, Berly, Irza Blast yang merupakan team pendamping anak-anak selama kegiatan program berlangsung.

Dendi Alfian, pelatih musik sekaligus penicpta lagu di album Simfoni Harapan menyatakan, proses terberat selama proses seleksi, latihan serta rekaman adalah bagaimana menyatukan karakter anak agar mereka bisa kompak menjadi sebuah team. Selain itu mengatur waktu jadwal latihan dan proses rekaman juga menjadi pekerjaan yang cukup menyita perhatian, hal tersebut terjadi karena susahnnya menyatukan waktu anak mengingat terkait aktivitas keseharian anak. Selanjutnya, Dendi juga berharap Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah bisa segera merealisasikan album dalam bentuk keping CD serta membantu proses promo album.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *